Bersyukur

Kita yang namanya manusia. Selalu merasa tak puas. Merasa tak cukup dengan apa yang telah ada di hidup ini. Sering kali kata-kata seperti “Seandainya”, “Coba aja Aku seperti dia”, “Enak ya jadi dia”, ” Coba Aku jadi seperti dia”.

Begitu banyak kalimat-kalimat perbandingan yang menghantui diri. Sampai terkadang menghalalkan segala cara untuk menjadi seperti orang lain. Sering kali banyak orang terjerumus dalam keinginan diri berubah seperti apa orang lain yang dia lihat. Tak jarang kita lihat bahwa seorang anak marah kepada orang tuanya karena tidak diberikan apa yang dia minta. Na’uzubillahi minzalik..

Kehidupan seseorang yang serba kecukupan sering kali membuat manusia merasa iri. Jiwanya terus memberontak. Menjerit diatas kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Belum lagi dia terus meratapi nasib hidupnya. Lama dan terus berlanjut hal ini akan merusak pola pikir dan menutup hati.

Jadi, stop membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. Karena kita tidak pernah tau, kesulitan apa yang sedang atau telah ia lalui. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai sebuah cambukan untuk menyadarkan kita.

Terus perbaiki diri. Hiduplah sesuai dengan apa keahlian yang kita punya. Terus gali potensi diri. Jangan pernah bosan untuk terus mencoba lagi dan lagi. Jika kita bersungguh-sungguh, apapun bisa kita raih. Tetap jadi diri sendiri. Dan yang paling penting selalu Bersyukur terhadap apapun pencapaian dalam hidup.

Diterbitkan oleh Ndok Celpok.

Daripada Tidak Nulis.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai