Tiap Hari Dengar Berita Duka
Bila Tidak Mungkin Meringankan Beban Orang Minimal Kita Dapat Menghibur
Tadi pagi , di sebuah grup WhatsApp ada seseorang membagikan berita duka dari salah satu teman.dan sekitar seminggu yang lalu masih sempat bercanda ria lewat grup,tapi hari ini ….:” Umur masih seangkatan dan sering juga gojekan lewat group wa, walaupun jarang ketemu.tetapi rasanya kok maktratap…ngeget-geti ,
Sedang terpana dan rasa tidak percaya akan apa yang didengar,masuk lagi pesan ” lek dar lagi wae ora Ono, masih di rumah sakit dan akan dikubur secara prokes,tanpa upacara.kebetulan lek dar tetangga satu RT.boleh di bilang dia orang yang tajir dan masih muda pokok’e wong brewu semua serba ada.
Sejak wabah”Alien” yang namanya cantik “Corona” tapi menebar maut seluruh jagat raya, kita sudah mendengarkan jerit kematian dimana mana .
Pada awalnya ,kita masih santai dan bersikap seakan akan :”musuh masih jauh” Tetapi semakin hari sadar bahwa musuh sudah didepan mata. Satu persatu teman, tetangga kita,bahkan kerabat kita direnggut paksa oleh Corona.
Beberapa orang desa di tempat tinggal saya terlihat mengalami gejala covid-19.beberapa diantaranya bahkan mengaku terus terang kalau Indra perasannya hilang tidak merasakan apa-apa ketika makan dan minum.saran supaya diperiksa ke puskesmas atau rumah sakit tidak di gubris, selain tidak punya uang, takut di” covid” kan rumah sakit, serta hoax tentang vaksin covid-19 menjadi sebab utama.
Tulisan ini bukan fiksi dan bukan hasil rekayasa imaginasi,tapi sungguh telah terjadi Sehingga setiap ada WhatsApp atau telpon masuk ,apalagi dimalam hari,jantung terasa berdetak lebih kencang . Serasa hidup bagaikan duduk diatas bara api menunggu giliran. Terus apakah kita tega menyimpan ponsel dalam lemari dan menguncinya ? Kita bukan tipe manusia yang sudah mati rasa. Inilah hidup yang tidak selalu indah bagaikan kisah sinetron, terkadang terasa sangat menyakitkan
Merawat Agar Jangan Sampai Hari Nurani Mati
Salah satu cara agar kita dapat mengelola hati,agar nurani jangan sampai mengering dan mati rasa, adalah dengan menunjukkan kepedulian kita terhadap keluarga yang sedang dilanda kedukaan yang mendalam
Antara lain :
- sampaikan rasa duka kita
- memberikan perhatian dengan setulus hati
- membantu bila memungkinkan
- tunjukan bahwa diri kita ada disaat ia membutuhkan
Kehidupan yang sebenarnya adalah tentang memberi manfaat kepada banyak orang dan membuat mereka tersenyum”tidak ada yang nyata selain kematian”hidup begitu singkat,Urip Ming mampir ngombe.lalu apa yang kita sombong kan, teruslah berbenah diri,karena kita tidak tahu kapan kita dipanggil.
