Status lucu di bokong truk

Ndok ceplok

Tulisan Bokong Truk.

Status lucu di bokong truk.

Menurut saya tulisan di bokong truk adalah cara melawak sekaligus cara menyampaikan pesan yang statusnya aktif.Dengan kata-kata paling sederhana pun, asal ia tertempel di bokongnya, maka kata-kata itu akan menjadi punch luar biasa jenaka.misalnya:

” LALI RUPANE, ELING UKURANE. “
” NEK RASABAR, MABURO. “
” STEL KENDO. “
” NEW KILL COME BILL. “
” BMW, body mengalahkan wajah. “
” mencari nafkah demi desah. “
” Tak tunggu rondomu.”

foto bokong truk : lokasi klitikan jejeran

Dan dari sekian banyak tulisan bokong truk, ada satu punch yang sangat sangat saya ingat karena saking dalam maknanya menurut saya :

“DI PIKER KARO MLAKU. “

Kata-kata itu mengingatkan suatu kenangan yang amat mendalam dalam perjalanan hidup saya.Saya dulu pernah nggresek cari rosokan atau istilahe : adang -adang, masih pakai sepeda jengki keliling ke beberapa tempat pengepul rongsokan,dari penjuru Bantul bahkan sampai daerah Sleman.

Teringat awal-awal pengalaman kerja yang seneng tur pait,semua ini terjadi pada suatu pagi yang hujan.Saya berteduh di emperan toko,sudah jauh ngontel naik sepeda jengki tanpa slebor (yang tentunya air nyemprot ke seluruh badan kalau kena genangan air ) sempat mrebesmili karena beberapa hari tak satu pun dapat dagangan yang menguntungkan, atau paribasane zonk.Saya nggak tahu mau kerja apalagi selain cari barang rosok.Padahal cita-cita saya tidak terlalu muluk-muluk waktu itu,iso nyandang lan mangan.

Orang lain mana mungkin tau,ada seorang bocah seumur jagung jadi tukang rosok,ngelih dan lapar yang sedang berteduh,sedang gelisah memikirkan dagangan yang kemarin- kemarin ” ngendok ” alias tidak laku,tapi yowes lah,namanya juga lagi proses belajar,geblondrok atau rugi itu hal yang biasa,mboh piye carane,poko’e di piker karo mlaku.Harapanku cuma satu waktu itu : hujan segera reda dan aku bisa kembali pulang,akan tetapi hujan makin deras,bahkan sampai sore.

Kondisi yang sangat berbeda dengan teman seumuran saya kebanyakan mereka bisa melanjutkan sekolahnya ( dan serba ada,)liane dolan-dolan plesiran saya sibuk cari makan.Enak sekali mereka, tinggal minta orang tua,(Kurasa menangisku itu juga karena di hari-hari sebelumnya sudah menahan kejengkelan dan merasakan sebegitu rekosonya golek rosokan, sehingga hari itu mungkin waktu yang tepat melampiaskan semuanya dengan cara menangis, biar lega).

Tak ada sepeser uang pun yang kupegang. besok aku harus mengembalikan uang dari pinjaman tetangga,biasalah,sistemnya pinjam modal dulu nanti kalau dapat dagangan harus setor ke juragane dan harus rela kalau misalnya dimarahi,karena ndak dapat dagangan yang mletik atau bagus,dan otomatis tidak bisa nyicil hutang,enenge ming lemes.Pusing entah kemana habisnya uang,kiro – kiro piye suk le nyaur,mau utang pada siapa lagi?.Maklum saya masih pemula di dunia pergresekan/rosok modal ya cuma nekad.Kadang hidup itu perlu sedikit nekad.Urip ki kan pancen mung nunut utang ro nyarutang,prinsipku waktu itu.
 “Nek utang ki sing kendel sisan, rasah ragu-ragu, mumpung cocote isih dipercoyo!”.
Soal gimana cara nglunasi hutangnya,di piker kalo mlaku.

Kadang saya bingung, apa yang ia lakukan ini masuk dalam kategori goblok, atau masuk dalam kategori pasrah dan tawakal.Karena saya baru lulus smp waktu itu,isek cilik iteng tur nyengungus blas tidak punya modal.

Mau menyalahkan orang tua yang tidak bisa membiayai sekolah percuma,untuk makan sehari-hari saja ndlap- ndlup,tapi mbuh ” piye carane” gimana caranya aq bisa melanjutkan sekolah. Besok, besok, besok, dan seterusnya, pikiranku adalah tentang kenapa aku tidak melanjutkan sekolah dan menjadi pencari rosok seperti ini? Bukankah lebih baik aku meneruskan sekolah agar bisa seperti teman – teman.Pokoe mbuh piye carane melanjutkan sekolah,titik.

Kalau kuingat sekarang, rasanya wagu. Untuk apa aku ngamuk mbewek hanya karena persoalan seperti itu? Lha wong kayak gitu memang kahanan, setiap orang tua pasti pingin anaknya jadi “orang”dan pintar. Tapi waktu itu aku memang benar-benar tidak tahu mau apa selain menangis,namanya juga masih remaja. yang padahal aku tahu, menangis di situ tidak akan menyelesaikan masalah.

Sing penting yakin,Mbuh piye carane,di piker Karo mlaku.


________&___________

Hari ini, ketika melihat pedagang- pedagang kecil , bakul keliling , mungkin juga pencari rosok (yang mengais rejeki untuk hidup dalam sehari ) di jalan atau dimana saja (terlebih ketika hujan turun), jadi ingat betapa susahnya cari uang apalagi dalam situasi pandemi yang entah kapan berakhir , persis dengan apa yang kualami waktu itu .” ini….soal kenangan pedih” .perjuangan orang miskin itu tidak hanya dari nol , tapi dari minus.Tetapi mereka – mereka punya keyakinan yang kuat, sing penting yakin, mboh piye carane,DI PIKER KARO MLAKU.
seperti caption yang ada di bokong truk.

Lincak bambu

Diterbitkan oleh Ndok Celpok.

Daripada Tidak Nulis.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai