Santoso sing nembe dadi dokter oleh tugas seko kepalane, dadi dokter bantuan neng puskesmas ndeso.. Pasien pertamane jenenge Kamiyatun,sing nggendong bayi cilik kuru, kaliren, ketoke kurang gizi.. Santoso: “Lare niki biasane mimike susu formula nopo ASI bu?”Kamiyatun: “ASI pak dokter..”Santoso: “Kok ketoke lare niki kurang gizi bu… Cobi kulo tingali ASI-nipun Ibu…” Kamiyatun manut trusLanjutkan membaca “Dokter Puskesmas Ndeso”
Arsip Kategori: cerpen
Perempuan
Perempuan Itu Pernah Cantik PEREMPUAN itu selalu berkata dalam hati, “Aku pernah cantik.” Di masa silam, sebelum menikah, ia tak pernah membayangkan akan berjibaku dengan tumpukan baju kotor, detergen bubuk yang membuat kulit mengelupas, serta tali jemuran kendur yang terpancang dari batang pohon mangga ke pohon jambu. Ia tak pernah membayangkan akan berjalan di atas tanahLanjutkan membaca “Perempuan”
Rugi sithik rapopo, penting mbati seduluran.
Di kios klitikhan pagi hari seperti ini memang paling enak leyeh-leyeh di lincak di depan kios ini. Lha namanya juga masih pagi, baru jam delapan, pembeli juga belum ada yang nongol. Biasanya, pembeli memang baru pada pating jedhul kalau sudah jam sepuluh-sebelas. Tapi dasar niat saya buka kios mruput agar bisa istirahat,ngantuk banget pagi ini, semalam saya lek-lekan nontonLanjutkan membaca “Rugi sithik rapopo, penting mbati seduluran.”
Daripada tidak menulis
Saya bertemu Sukilah pemilik usaha salon ternama ” Puspita”,ya, dia adalah teman lama.Ketika itu saya sedang leyeh – leyeh di pinggir sawah, selesai membantu mertua angkat-angkat gabah di sawah ,kebetulan rumahnya dekat sawah yang di garap mertua saya.Setelah sempat tanya – tanya tentang kabarnya, kemudian dia menyuruhku mampir,katanya sekedar reuni kecil-kecilan ,tanpa basa-basi saya langsungLanjutkan membaca “Daripada tidak menulis”
Ndopok ra cetho
Forza Milan , Vinci Per Noi. “Bajingan… roma bener-bener bajingan!” maki Gembur sambil membanting koran lawas di atas meja di teras gedung madrasah “Eee, e, e… kamu ada apa kok pagi- pagi begini sudah berani mbajingan-mbajinganke roma ?” tanya lek Ridi yang juga sedang berada di halaman masjid dan lagi wedangan. “Ini lho Lek Rid,Lanjutkan membaca “Ndopok ra cetho”
Katok mamboo ,cah ra cetho
Ndok ceplok Katok mamboo Saat itu, saya meminta Genjo menemani saya ke toko pakaian untuk membeli celana. Sebenarnya ini adalah manuver yang riskan, karena saya tahu kebiasaan genjo yang tidak sabaran dan sering seenaknya menggoda mbak-mbak penjaga toko dengan godaan yang memuakkan dan sering kali membuat saya terpaksa ikut menanggung malu.Setelah berulang kali saya mencoba celanaLanjutkan membaca “Katok mamboo ,cah ra cetho”
Shock holigans satria muda
Shock satria muda Stadion benteng Tangerang “Wah, wasite disogok kuwi!”, teriak salah satu Paser bumi yang kemudian disusul dengan sahutan dan sumpah serapah oleh anggota Paser bumi lainnya. Seakan tak terima, salah seorang benteng viola pun menjawab dengan teriakan ketus, “Ha pancen kok, wong wasit ro pemaine we larang wasite je, meh ngopo kowe?” Jebul wongLanjutkan membaca “Shock holigans satria muda”
Peka terhadap situasi
Ketika orang menyalahkan orang lain mengenai nasibnya yang kurang baik, orang tersebut sesungguhnya sudah meletakkan nasibnya di luar kontrolnya. Demikian juga ketika orang menyalahkan cuaca, situasi ekonomi, atasan, anak buah, orang tua,guru, sekolah, umurnya, jenis kelaminnya, atau masa lalu nya, Mereka sebenarnya meletakkan kontrol perubahan untuk menjadi lebih baik di luar dirinya.dengan kata lain, denganLanjutkan membaca “Peka terhadap situasi”
