5 benteng pertahanan yang pernah di buat dan terkuat

5 Benteng Pertahanan Terkuat Yang Pernah Dibangun Manusia

5 Benteng Pertahanan Terkuat Yang Pernah Dibangun Manusia

Yogyakarta-Pada masa lalu benteng adalah hal yang mutlak bagi sebuah kerajaan. Istana di mana tempat Raja tinggal pasti dilindungi dengan bangunan benteng yang tidak saja sangat kuat tetapi juga dijaga dengan ketat.

Membangun tembok tinggi tentu saja bukan hanya untuk melindungi raja, keluarga dan para petinggi kerajaan, tetapi melindungi kerajaan itu sendiri. Karena jika kerajaan jatuh ke tangah musuh, maka secara de facto kerajaan itu bisa dikatakan hilang.

Untuk itulah di berbagai penjuru dunia tersebar benteng-benteng yang dibangun di masa lalu. Mereka terdiri dari dinding  tinggi yang dilengkapi dengan berbagai bagian yang berfungsi sebagai strategi perang.

Beberapa benteng bahkan dibangun sangat-sangat kuat dan besar. Bahkan ketika kerajaan itu telah lenyap dari peradaban, keberadannya masih bisa ditemui hingga sekarang.

Berikut kita baha lima benteng terkuat yang pernah dibangun di muka bumi sebagaimana dikutip dari Live Science.

Masada, Israel

Benteng ini dibangun  di  sebuah bukit di selatan Israel dekat tepi gurun Yudea. Hampir semua informasi tentang Masada berasal dari sejarawan Yahudi era Romawi Josephus.

Pada tahun 66 Masehi, Kerajaan Yudea berada dalam pergolakan antara pemberontak dan penguasa Roma yang lama menduduki wilayah tersebut. Sekelompok   pemberontak yang dikenal sebagai Sicarii berhasil merebut Masada setelah membantai pasukan Romawi. Pada tahun 72, Lucius Flavius ​​Silva, komandan Legio X Fretensis, mengepung Masada.

Untuk mencapai puncak, Lucius memberikan perintah untuk membangun jalan besar setinggi 375 kaki tinggi dan panjang 450 kaki. Setelah legiun berhasil mencapai puncak, mereka menghancurkan benteng dan akhirnya Masa jatuh.

Saat pasukan Romawi kembali masuk mereka  tidak menemukan musuh. Sebaliknya, mereka menemukan lebih dari 900 tewas. Hanya dua perempuan dan lima anak yang selamat.

Great Wall of Gorgan/Wikipedia

Great Wall of Gorgan

Tembok Besar Gorgan adalah benteng yang sampai saat ini masih misterius sejarahnya. Terletak di timur laut Iran, dinding ini membentang dari Laut Kaspia hingga Kopet Dag Mountain Range. Secara total, tembok ini memiliki panjang 121 mil.

Kapan benteng ini dibangun juga masih diperdebatkan. Beberapa mengatakan bangunan ini  1.000 tahun lebih tua dari Tembok Besar China.  Yang diketahui Partia (247 SM – 224) yang memerintah Iran, disebutkan telah dibangun benteng di atas sisa-sisa bangunan yang ada.

Tinggi dan lebar benteng sebenarnya tidak diketahui  tetapi ketika Sassanid Empire (224-651) menggulingkan Partia mereka memperbaiki, memperbesar dan menambahkan benteng di dinding dengan lebar  dinding  antara 20 sampai 30 kaki.

Apa yang membuat dinding ini penting adalah bahwa selama berabad-abad benteng itu mencegah perpindahan orang dari  dari utara, seperti Dahae, Massagetae, Hephthalites dan berbagai elemen nomaden lainnya  masuk.

Tembok Hadrian//Wikipedia

Tembok Hadrian

Kaisar Romawi Hadrian pada tahun 122 Masehi memerintahkan untuk membangun dinding besama  bersama dengan 16 benteng untuk  pasukan statis. Panjang dinding membentang dari Laut Irlandia hingga tepi Sungai Tyne dekat Laut Utara yang berjarak 73 mil.

Tujuan dari dinding jelas, tapi mengapa itu dibangun, tetap disengketakan. Alasan untuk ini adalah bahwa tidak ada bukti yang jelas yang menunjukkan Roman Britain, sebelah selatan dari dinding depan, berada di bawah ancaman   nyata   meskipun ada beberapa pemberontakan kecil di provinsi ini dan dalam Kekaisaran Romawi. Hal ini mungkin merupakan alasan mengapa Hadrian membangun dinding  sebagai simbol dan pengingat bahwa yang terbaik adalah  memisahkan  dari kelompok barbar.

Tembok Hadrian akan memberikan keamanan Romawi Inggris dari suku Celtic / Pictish di utara sampai Roma meninggalkan Britannia pada tahun  410.

Dinding Konstantinopel//Wikipedia

Dinding Konstantinopel

Pada tahun 324   Kaisar Constantine I memindahkan ibukota dari Roma ke kota pelabuhan kecil Byzantium dan menamainya Konstantinopel. Alasan untuk langkah ini adalah untuk lebih dekat dengan bagian timur Kekaisaran Romawi hingga memberi keuntungan dalam perdagangan.

Untuk menjamin keamanan Roma kedua ini, Constantine mengeluarkan perintah untuk membangun dinding. Wall of Constantine diletakkan dalam serangkaian empat baris, dengan dua di bagian dalam  menampilkan menara terpisah setinggi 50 kaki.

Meski sudah  sangat efektif untuk memukul mundur penyerang, Kaisar Romawi Theodosius II memutuskan untuk memperluas dinding. The Walls Theodosian terdiri dari dua – dinding dalam dan luar – yang terdiri dari 96 menara. Dinding bagian dalam setinggi 40 kaki  sementara dinding luar berdiri  30 kaki.

Tembok ini akhirnya bisa ditembus pasukan Ottoman Turki dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih pada tahun 1453.

Tembok raksasa China//Wikipedia

Great Wall of China

Banyak orang beranggapan The Great Wall of China dibangun hingga selesai oleh satu masa kekaisaran, padahal bangunan ini dibangun selama 1.000 tahun yang artinya dibawah kepemimpinan banyak kaisar. Tinggi, panjang, dan ketebalan dinding  bervariasi, tergantung pada kaisar yang membangun.

Misalnya, setelah dinasti Ming (1368-1644) memukul mundur Mongol, mereka mulai   memperluas dan memperbesar Tembok Besar. Total panjang Tembok Besar di bawah Ming mencapai panjang lebih dari 5.000 mil  dan tinggi 25 kaki serta tebal dasar 15 – 30 kaki. Sementara total panjang tembok berdasarkan studi tahun 2012 mencapai 13.000 mil.

Meski  Tembok Besar terlihat baik, tetapi itu hanya memberikan perlindungan sementara. Masalahnya adalah bahwa karena ukurannya menjadikan terlalu rumit dan mahal. Tujuan dari Tembok untuk menjaga nomaden masuk dari utara tetapi juga menjadikan  rakyat China terisolasi di dalam dan menjadi salah satu penyebab munculnya perang.Tags:benteng terluas di duniabenteng keraton buton benteng terkuat

Mundur isin


-mundur malu-

Adalah frasa dalam bahasa Jawa yang maknanya kurang lebih sepadan dengan “gengsi” dalam bahasa Indonesia.

Dikatakan ‘sepadan’ tapi tidak sama persis karena frasa ‘mundur isin’ itu tidak sekedar memuat ekspresi KESOMBONGAN tetapi jauh lebih dalam lagi. Pada frasa Jawa itu selain kesombongan juga memuat adanya ekspresi ingin didengarkan dan meminta-menyuruh untuk dituruti kemauannya. Orang yang disebut “mundur isin” itu kondisinya diantara sadar dan tidak sadar.

Maksudnya, dia sebenarnya mulai menyadari bahwa ada yang salah dengan pikiran, ucapan dan atau tindakannya tetapi dia tidak menyadari ketika ambisi-ambisinya mengarahkannya untuk menyangkal serta menutup-nutupi semua kesalahannya itu dengan membuat kegaduhan yang lebih besar bahkan sering kali sudah keluar dari konteks. Naah….kegaduhan-kegaduhan yang muncul dari ambisi-ambisinya itulah yang melengkapi makna ‘mundur isin’ itu.

Orang yang mulai terjangkiti sakit mundur isin biasanya lalu cenderung membuat garis demarkasi: kalau tidak sama atau setuju denganku berarti pihak lawan. Penderita sakit jiwa ini tidak lagi mampu memahami makna “berbeda”, yang ada dalam perasaannya hanyalah “sekutu atau lawan”. Ya memang sebenarnya semua berawal dari ketidakmampuannya membedakan antara perasaan dengan pikiran. Dia kira perasaannya adalah bentuk pikirannya.

Dan memang penyakit jiwa mundur isin itu paling potensial dialami oleh orang-orang yang NAIF, Normatif. Sejak jaman dulu orang Jawa mengidentifikasi ciri-ciri calon orang yang berbakat naif-normatif itu dari indikasi suatu polah tingkah yang berupa: GUMUNAN (gampang heran), KAGETAN (gampang kaget).

jejaksinoer

Otak ibarat parasut dia akan berfungsi jika terbuka

China dan Islam.

Ada nitizen berkata kepada saya bahwa hadith nabi soal “ tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China” اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ. Mayoritas ulama menilai hadits ini sebagai hadits dho’if (lemah). Ibnu Hibban menilai hadits ini adalah hadits yang bathil. Sedangkan Ibnul Jauziy menilai bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu). Ini hanya pendapat ulama. Kita tidak tahu pasti mana yang benar dan mana yang salah. Masing masing cara berpikirnya textbook dari kitab kitab sebelumnya tanpa berusaha menggunakan nalar secara bebas. Tapi saya ingin menggunakan nalar saya untuk mengetahui kebenaran Hadith itu .

Seaadainya benar Nabi pernah bersabda soal “ tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China”. Tentu ada dasarnya, apalagi ini bukan berasal dari Firman Allah. Mengapa ? Nabi Muhammad lahir di Mekah pada 570 dan wafat di Madinah tahun 632. Ketika Era Nabi, China berada di bawah Dinasti Tang yang kelak digantikan oleh Dinasti Song. Saat itu China mengalami “Zaman Keemasan” (Golden Age) karena maju pesat diberbagai bidang: pendidikan, seni, sastra, budaya, politik-pemerintahan, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya. Chang’an (kini Xi’an) sebagai ibu kota, menjelma menjadi kota kosmopolitan dan pusat peradaban yang masyhur kala itu. Banyak para sastrawan, sarjana, dan ilmuwan hebat lahir pada masa ini.

Bagaimana dengan sistem pemerintahan China ketika itu ? Dinasti Tang menerapkan sistem pemerintahan terbuka di mana hanya orang yang punya kapabilitas, kompetensi dan intelektualitas ( bukan KKN) yang berhak duduk di pemerintahan. Proses seleksi sangat ketat dan terbuka. Pada Dinasti Tang pula sistem clearing perdagangan imbal beli dengan jaminan emas diperkenalkan keseluruh dunia yang menjadi mitra dagangnya seperti Arab, Persia, Maroko dan Afrika Utara dan Barat lainnya melalui Jalur Sutera (Silk Road). Untuk mendukung itu Dinasti Tang menyediakan ribuan kapal dan pejelajah darat yang hebat. Juga menyediakan World trade Center bernama Fan Fang, untuk menampung para pedagang dan pelayar dari Timur Tengah dan Afrika ini.

Ketika itu Jeddah yang berada di wilayah Arab adalah pusat perdagangan dan pelayaran di Semenanjung Arabia. Kota pelabuhan ini ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai belahan dunia. Melalui mereka lah Nabi mendapat cerita kehebatan peradaban China. Mungkin alasan logis mengapa Nabi sampai mengeluarkan sabda bahwa tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kelak, setelah Rasul wafat , Khalifah Usman bin Affan, menunjuk Sa’ad bin Abi Waqash pahlawan penakluk Persia untuk memimpin delegasi kaum Muslim ke China guna menjalin persahabatan dengan Dinasi Tang. Bahkan beliau konon wafat dan dimakamkan di China.

Orang China menyebut Nabi Muhammad adalah orang bijak. Namun panggilan untuk Nabi adalah Ma. Banyak orang China dengan nama Ma. Seperti Jack Ma pendiri Alibaba , sang miliarder yang menghentak wallstreet, yang juga di kenal sebagai inspirator wisedom. Banyak orang China bukan muslim tapi mereka tahu bahwa Nabi itu orang bijak. Makanya banyak orang tua kasih nama anaknya Ma. Dan bahkan Ma, salah satu marga yang ada di China. Tapi bagi orang yang sudah terlanjur benci dengan China, masalah hadith ini palsu ini dibesar besarkan dengan alasan China komunis. Padahal komunis itu baru muncul tahun 1947, dizaman Nabi tidak ada komunis. Cara berpikir salah, tafsir juga pasti salah, apalagi dibarengi nafsu kebencian.

jejaksinoer.

Kelompok tani Mina jaya jambidan Banguntapan Bantul

Pokdakan Mina jaya

Saat ini di wilayah jambidan Banguntapan Bantul telah ada beberapa orang yang melakukan kegiatan usaha budidaya ikan.tepatnya di dusun Demangan rt 06 jambidan Banguntapan Bantul Yogyakarta, dengan beranggotakan sekitar 40-50 orang dan membuat kelompok tani ikan ( Pokdakan) Mina jaya.

Tujuan pembentukan Pokdakan Mina jaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengangkat nama dusun Demangan sebagai kawasan perikanan.

Perluasan kolam juga sangat diperlukan dengan semakin banyaknya minat warga dalam melakukan kegiatan usaha budidaya ikan.adapun jenis ikan yang di pelihara antara lain ,lele,nila,patin dan gurame.

Semoga semangat gotong royong masyarakat semakin besar dengan adanya perluasan kawasan kolam ikan, dan apa yang dicita-citakan membuahkan hasil sesuai yang diharapkan.

Pepeleng

Kalau ingin menangkap ayam, jangan dikejar, nanti kita akan lelah dan ayam pun makin menjauh. Berikanlah ia beras dan makanan, nanti dengan mudah ia datang dengan rela.

Begitulah Rejeki, melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu, nanti kita akan lelah tanpa hasil. Keluarkanlah sedekah, nanti rezeki akan datang menghampir tepat waktu.

Kalau ingin memelihara kupu-kupu,
Jangan tangkap kupu-kupunya,
pasti ia akan terbang.

Tetapi tanamlah bunga​.
Maka kupu-kupu
akan datang sendiri
dan membentangkan sayap-sayapnya yang indah.

Bahkan bukan hanya kupu-kupu yang datang,
tetapi kawanan yang lain juga datang
lebah,
capung.
dan lainnya,
juga akan datang
menambah warna warni keindahan.​

Sama halnya dalam kehidupan di dunia ini.
​Ketika kita menginginkan​
Kebahagiaan dan Keberuntungan,

Tanamkan kebaikan demi kebaikan, kejujuran demi kejujuran,

Maka kebahagiaan dan keberuntungan akan datang sebagai anugerah.
​
Oleh karena itu, selagi kita masih diberi hidup,​
mari kita membangun taman-taman bunga kita, bunga kebajikan dan bunga kejujuran.

Selamat Pagi saudaraku yg kukasihi, semoga selalu dlm lindungan Tuhan, sehat lahir batin, umur panjang, lancar rejekinya, selalu positief, selalu bahagia, dan selalu iklas dlm segala hal, salam santun dan selamat beraktifitas semoga mimpi indah kita dapat kita raih atas seijin Tuhan.

Bersyukur

Kita yang namanya manusia. Selalu merasa tak puas. Merasa tak cukup dengan apa yang telah ada di hidup ini. Sering kali kata-kata seperti “Seandainya”, “Coba aja Aku seperti dia”, “Enak ya jadi dia”, ” Coba Aku jadi seperti dia”.

Begitu banyak kalimat-kalimat perbandingan yang menghantui diri. Sampai terkadang menghalalkan segala cara untuk menjadi seperti orang lain. Sering kali banyak orang terjerumus dalam keinginan diri berubah seperti apa orang lain yang dia lihat. Tak jarang kita lihat bahwa seorang anak marah kepada orang tuanya karena tidak diberikan apa yang dia minta. Na’uzubillahi minzalik..

Kehidupan seseorang yang serba kecukupan sering kali membuat manusia merasa iri. Jiwanya terus memberontak. Menjerit diatas kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Belum lagi dia terus meratapi nasib hidupnya. Lama dan terus berlanjut hal ini akan merusak pola pikir dan menutup hati.

Jadi, stop membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. Karena kita tidak pernah tau, kesulitan apa yang sedang atau telah ia lalui. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai sebuah cambukan untuk menyadarkan kita.

Terus perbaiki diri. Hiduplah sesuai dengan apa keahlian yang kita punya. Terus gali potensi diri. Jangan pernah bosan untuk terus mencoba lagi dan lagi. Jika kita bersungguh-sungguh, apapun bisa kita raih. Tetap jadi diri sendiri. Dan yang paling penting selalu Bersyukur terhadap apapun pencapaian dalam hidup.

Obong – obong #3

KECUKUPAN HATI

Biaya yang Anda keluarkan dalam hidup ini semata-mata untuk membiayai rasa Anda. Saya seringkali mengeluarkan biaya ratusan ribu di mall hanya untuk mencukupi kebutuhan rasa bahagia saya melihat anak bermain di arena. Anda mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan juta hanya untuk memenuhi rasa religius Anda, untuk haji dan umrah, untuk biaya sekaten, untuk biaya ngaben seperti di Bali, dan lain-lain. Hanya untuk rasa rileks, Anda sering mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan guna tamasya. Hanya untuk rasa komunikatif, Anda mengeluarkan ratusan ribu tiap bulan untuk beli pulsa internet.

Semua dipicu oleh rasa, sehingga Anda mengeluarkan biaya dalam hidup ini semata-mata untuk membiayai rasa Anda. Ayam tidak punya rasa yang macam-macam, dia pun cukup dengan apa yang disediakan alam dalam kesederhanaan, ayam cukup memungut serakan nasi sisa Anda, kandang cukup mengambil sebatang bambu untuk tempat bertuduhnya, bahkan kawin pun dengan biaya sebutir nasi pungutan yang dicarikan oleh si ayam jantan. Biaya hidupnya sederhana.

Karena keluarnya biaya hidup pemicunya rasa di dalam, maka masalah kecukupan biaya hidup bukan masalah di luar, tetapi masalah di dalam diri.

Dulu di pesantren, kamar asrama saya cuma berukuran ± 3×3 meter persegi dihuni lebih dari 20 anak. Tidur disitu, melipat baju di situ, belajar di situ, ngobrol di situ, bahkan makan kadang juga di situ, dan cukup. WC antri, mandi antri, makan antri, jemuran baju antri, tidur beralas sajadah. Fasilitas pesantren jelas jauh lebih buruk dari fasilitas penjara. Di penjara, kasur ada, WC terjamin, kualitas kesehatan lebih baik. Tetapi kenapa banyak orang tua bermimpi anaknya berada di pesantren? Dan tidak ada yang bermimpi anaknya di penjara?

Sekali waktu ketika macet, Anda marah dan jengkel, namun sekali waktu Anda sedang di jalan, ada karnaval budaya, kenapa Anda justru menikmati, malah enjoy nonton? Padahal kasusnya sama “perjalanan Anda terhambat”.

Di pesantren bisa mengakses rasa “cukup berada di sini”, di penjara Anda gagal mengakses rasa cukup. Terhambat jalan karena karnaval budaya, Anda bisa merasa ” saya cukup berada di sini”, ketika macet Anda tidak bisa merasa “cukup berada di sini”.

Yang seperti hal di atas itulah disebut kecukupan hati. Hatinya cukup untuk menghadapi realitas.

Saya pernah mengunggah Dongeng Kecukupan Hati, “Seorang anak yang baik dan jujur menarik perhatian dewa untuk memberikan hadiah. Lalu dewa menjelma ke bentuk manusia untuk memberikan tiga permintaan kepada anak tersebut.

Walau ragu-ragu, anak itu mengajukan permintaan yang pertama, dia meminta dewa itu mengubah batu menjadi emas, karena sudah bosan jadi orang miskin. Dewa itu menunjuk batu yang dimaksud dengan jarinya, seketika berubah jadi emas.

Untuk permintaan kedua, anak itu meminta bukit yang di depannya menjadi emas. Permintaan dipenuhi dan langsung terwujud. Girang tentunya.

Timbullah keinginan yang lebih. Keserakahan menjalar. Bagaimana kalau memiliki saja jari sakti kepunyaan dewa? Itulah permintaannya yang ketiga.

Dalam sekejap dewa menghilang. Batu dan bukit yang sudah berubah jadi emas kembali ke bentuknya yang semula.”

Jadi salah satu cara menghilangkan kekayaan dengan tidak berkecukupan hati. Anda banyak kehilangan keberlimpahan dan kebahagiaan sebenarnya pemicunya di masalah rasa cukup. Bagaimana rezeki akan beres, merasa cukup untuk bisa menerima suami atau istri sebagai pasangan Anda sering kesusahan. Istri buatkan teh kurang manis, Anda jengkel. Tidak sreg dengan suami gara-gara suami suka fasbook-an, Anda langsung ngambek ngembek-ngembek. Antri bensin, Anda menggerutu. Anak rewel, Anda murka. Kerjaan pembantu kurang rapi, Anda ngomel-ngomel. Ditolak cinta, Anda mendendam hebat. Ada issu politik panas, Anda terdepan mencaci maki. Ada issu agama memanas, Anda geram dan main caci maki. Meraaa terlalu boros duit, tegang. Merasa rezeki sedang seret, tegang. Terlalu banyak hidup kita dimana kita tidak sanggup mencukupkan hati kita.

Semua realitas kehidupan yang Anda menghadapinya dengan tegang, saklek, kaget, emosional, seluruhnya disebabkan ketidakcukupan hati.

Kalau hidup keseharian masih seperti itu, di dimensi rezeki, Anda masih ruwet. Sebabnya apa, rasa cukup di dalam hati masih minimalis. Sebagaimana Dongeng Kecukupan Hati di atas, makin hati tidak bisa menerima apa yang sedang ada di saat ini, maka hati makin serakah. Ketika telah serakah, seluruh kekayaan langit dan bumi diberikan kepada seorang diri Anda, masih kurang. Kalau rasa hati terus kurang itulah kemiskinan nyata.

Rasa cukup ada di sini, itulah resep Ibrahim A.S. dibakar tidak hangus, dan resep Muhammad S.A.W. memenangkan Perang Badar. Rasa kecukupan hati dalam spiritual Islam diwakili oleh zikir “hasbunā-llāh wa ni’mal wakīl”.

Zikir ini merupakan zikir yang dipakai Ibrahim A.S. dan Nabi S.A.W. Rasa cukup hati dari Ibrahim A.S. saat hendak dilempar ke alun-akun api, sehingga ketika Jibril A.S. menawarinya bantuan, Ibrahim menolak, dia merasa cukup dalam keadaan itu, sambil terus berzikir, “Hasbunā-llāh wa ni’mal wakīl”, hasilnya dibakar tidak hangus.

Nabi Muhammad S.A.W. ketika hanya dengan pasukan muslim 300 orang harus menghadapi 1000 pasukan Quraisy, belaiu mengakses rasa kecukupan hati dengan menyebut-nyebut hasbunā-llāh wa ni’mal wakīl, hasilnya beliau menang perang.

Allah S.W.T menceritakan mengenai kejadian rasa kecukupan hati Nabi S.A.W. dalam Perang Badar dan sahabatnya dalam firman-Nya,

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Q.S. ‘Alī Imrān : 173)

Sahabat Ibnu ‘Abbas, dia berkata bahwa zikir hasbunā-llāh wa ni’mal wakīl” adalah perkataan Nabi Ibrahim A.S. ketika beliau hendak dilempar ke api. Sedangkan Nabi S.A.W. mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (H.R. Bukhāri. No. 4563)

Sehingga apa sih yang jadikan kita lemah, tidak berlimpah di berbagai sisi? Jawabnya kita kurang mengakses rasa kecukupan hati, rasa menerima berada di sini. Karena rasa kecukupan hati, api saja bisa dingin, dan seribu pasukan kalah oleh hanya 300 pasukan.

Lalu bagaimana cara mengakses rasa kecukupan hati? Caranya sesuai yang disarankan Nabi S.A.W yakni amati dan renungi nasib orang yang ada di bawah Anda. Setelah mengamatinya lalu lihat keunggulan kebaikan yang dianugerahkan Tuhan kepada Anda, anugerah unggul di sisi apa saja.

Lihat mendalam anugerah itu lantas tersenyumlah pada-Nya sambil berucap syukur yang dalam.

Malas

MANFAAT MALAS

Sudah lumrah kan diberi motivasi agar cekatan, disiplin tinggi dan fokus? Kali ini saya beri motivasi yang berbeda, motivasi malas.

Kalau Anda dipangil majikan supaya bersihkan rumah, lalu Anda cekat-cekat kerjanya, tugas jadi cepat selesai, kan? Cepat tuntas?

Kalau sudah tuntas, lanjutan proyeknya apa lagi? Ya Anda pulang.

Beda kalau Anda kerjakan tugasnya lambat, entar-entaran, kerjaan akan tidak kunjung tuntas.

Mungkin bersihkan rumah, kalau Anda cekatan dalam sehari selesai, tapi kalau Anda lelet bisa jadi 2 hari baru selesai.

Kecepatan selalu bermekanisme lekas tuntas, kelambatan selalu bermekanisme memperlambat, itu sudah jadi sistem alam.

Tidak bisa dipungkiri, cepat selesai jadi cepat sampai tapi cepat pulang.

Saya ada salah satu saudara yang beliau sejak mondok di pesantren punya disiplin waktu sangat tinggi, selalu rajin dan cekatan dalam menimba ilmu, konsisten dan fokus. Disiplinnya pada waktu sangat tinggi.

Setelah menikah, ia mendirikan pesantren. Beliau pun sangat tinggi disiplinnya; disiplin mengajar, disiplin waktu. Pesantrennya pun berkembang sangat pesat.

Di usia 51 tahun, beliau sakit, selang 3 bulan kemudian beliau wafat.

Nah itu cepat tuntas, cepat sampai, ya cepat pulang.

Hidup Anda itu sudah ditulis rezekinya berapa, popularitasnya hingga berapa kapasitasnya, kalau Anda cekatan dan gesit, ya jadi cepat tuntas. Kalau jatah rezeki, jatah prestasi, jatah pengaruh, dan lain-lain cekatan diambil, sehabis tuntas ya Anda dipanggil pulang.

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (H.R. Ibnu Majah).

Imam Al-Muzani rahimahullah berkata,

وَالخَلْقُ مَيِّتُوْنَ بِآجاَلِهِمْ عِنْدَ نَفَادِ أَرْزَاقِهِمْ وَانْقِطَاعِ آثَارِهِمْ

“Makhluk itu akan mati dan punya ajal masing-masing. Bila ajal tiba berarti rezekinya telah habis dan amalannya telah berakhir.”

Kalau Anda lihat orang sukses, usianya hanya di angka 50-an, itu orang yang melaju cepat, kurang malas. Ia meluncur cepat, pekerjaannya cepat selesai, semua jatah hidupnya baik rezeki, popularitas, pengaruh, dan lainnya cepat diselesaikan. Cepat selesai, cepat pula sampainya, akibatnya cepat pulang.

Jadi Anda yang merasa kerap dihadang rasa malas, bersyukurlah, karena itu artinya Anda memperlambat penghabisan jatah yang akan Anda ambil, memperlambat tugas selesai. Lambat sampai, lambat tuntas, lambat pula pulangnya, hehehe.

Kurakura jalannya lambat, segalanya lambat, usianya bisa mencapai lebih dari 100 tahun. Kancil yang serba cepat, usia 4 – 5 bulan sudah memasuki usia dewasa, Anda bisa takar sendiri jatah usia untuk kancil.

Kadar rezeki, kadar pengaruh, kadar popularitas, dan semua jatah yang dituliskan itu sesuai cita-cita dan impian Anda. Maka ini jatah rezeki yang harus dihabiskan antara Anda dengan Erick Thahir, misalkan, itu berbeda-beda. Mungkin impian Anda kalau kaya rezeki itu sekedar punya mobil dan rumah, tapi Erick Thahir bermimpi kaya itu harus punya harta 1000 trilyun.

Nah dalam mencapai impian ini lah, kalau Anda gesit dan cekat-cekat, maka Anda cepat sampai, cepat tuntas. Sudah tuntas ya diminta pulang.

Namun kalau Anda suka “entar-entaran”, Anda sampainya ke gol cita-cita menjadi lambat, lambat sampai, lambat tuntas. Belum tuntas, sedikit alasan untuk panggil pulang.

Bisa jadi Joe Biden yang sampai ke gol cita-cita jadi presiden AS di usia 78 tahun, itu karena ia suka lambat, hehehe. Tapi itu jadi panjang usia.

Yang jadi masalah yang cita-citanya kecil, jatahnya sedikit, ditambah malas. Sudah lambat, jatah untuk diambil cuma sedikit.

Namun ini cuma “ilmu titenan” (pengamatan), semuanya wallâhu a’lam.

Source: Instagram

Copas Gus banan

CARI BANGKRUT BERTAMBAH KAYA

Anda amati, kemanapun lalat terbang yang ia temukan kotoran, dan kemanapun lebah terbang yang ia temukan kuntum bunga. Kedua makhluk ini hanya temukan apa yang mereka sadari.

Dan Anda semuanya seperti itu, hidup di dunia ini hanya temukan apa yang Anda sadari.

Kalau Anda temukan kemiskinan, sebenarnya rasa miskin yang Anda sadari. Kalau Anda kaya, maka rasa kaya yang Anda sadari, sebab lalat dan lebah saja hanya temukan apa yang mereka sadari.

Saya pernah cerita, ketika Anda mau jadi orang kaya, yang diubah oleh-Nya itu hanya kesadaran Anda, rasa di dalam hati Anda. Diubah dari rasa miskin menjadi punya rasa kaya. Itu saja.

Dulu waktu saya miskin kerja saya lebih keras ketimbang sekarang. Kesibukkan juga mungkin lebih padat dulu sewaktu miskin. Anehnya, lah kok sekarang lebih nyantai malah lebih punya duit?

Ternyata karena dulu yang saya sadari dalam hidup saya adalah rasa miskin, dan ketika saya akan dirubah keadaan finansialnya, yang berubah cuma sadarnya saja, sekarang saya menyadari kalau diri saya kaya.

Misal, dulu waktu miskin, saya melihat pengeluaran finansial sebagai beban, yang bila menyapa hidup saya, itu berarti penderitaan, pengurangan isi dompet, dan lain-lain. Karena terdorong rasa miskin, jadinya saya main efesien, sedikit pengeluaran finansial bagi saya adalah kekayaan.

Sekarang jadi berubah mind sett+nya, dulu pengeluaran finansial jadi beban, sekarang malahan jadi kebanggan. Karena terpacu rasa kaya, saya sadar sepenuhnya mengeluarkan uang itu justru kekayaan. Sebab realita di mana-mana orang kaya jelas orang yang pengeluarannya besar. Orang kaya belinya saja tanah, rumah, mobil, emas, mereka besar pengeluarannya.

Sehingga dari miskin menjadi kaya cuma berubah sadarnya saja, rasa hatinya yang berganti dari rasa miskin menjadi rasa kaya.

Sederhana miskin jadi kaya cuma mengganti rasa saja? Seolah-olah begitu Anda baca artikel ini, Anda bisa mengubahnya?

Nanti dulu!

Kalau Anda punya rasa cinta pada A, bisakah Anda mengganti rasa hatinya jadi benci dalam hitungan detik? Tidak. Dari cinta menjadi benci butuh proses lama.

Kadang sudah jelas-jelas telah menikah dengan yang lain sampai punya 5 anak, rasa cinta pada mantan pacar di masa lalu juga belum kendur.

Sebaliknya pula, Anda yang benci pada seseorang, tidak bisa begitu saja berganti rasa cinta sekalipun sudah didalili ratusan firman Tuhan. Butuh waktu dan proses untuk mengubah rasa benci jadi cinta.

Begitu pula rasa miskin berubah jadi rasa kaya, butuh proses lama, tidak bisa begitu saja berubah.

Melalui serangkaian perjuangan hidup, jatuh-bangun, konsistensi, jerih-payah, tekad, sabar, dan proses-proses lainnya, rasa kaya itu baru bisa didapatkan di hati.

Nah sesudah rasa kaya ter-update pada kesadaran Anda, baru segala hal bisa konyol kejadiannya. Bisa jadi Anda hambur-hamburkan uang, malah Anda makin dikayakan, sebab rasa kaya Anda yang memanggilnya.

Saya ambil contoh kisah Abdurrahman bin Auf yang dulu sekali pernah saya posting.

Kisahnya ketika Rasulullah S.A.W menyetempel Abdurrahman bin Auf akan masuk surga paling akhir masuk surga di antara 10 sahabat Nabi S.A.W yang lain. Abdurrahman bin Auf terlalu kaya, sehingga proses hisabnya lama, surganya pun jadi paling akhir.

Mendengar ini, Abdurrahman bin Auf berfikir keras, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin supaya dapat masuk surga lebih awal.

Setelah perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan para sahabat membusuk di pohonnya karena tidak sempat memanen sebab ditinggal mengikuti perang Tabuk.

Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga kurma bagus.

Semuanya bersyukur. Kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba ludes diborong Abdurrahman bin Auf. Para Sahabat Nabi gembira, Abdurrahman bin Auf gembira juga, sebab berharap jatuh miskin.

Di luar prediksi Abdurrahman bin Auf, tiba-tiba datang utusan dari Yaman membawa berita. Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang cocok adalah kurma busuk. Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Bego kan? Jelas-jelas Abdurrahman bin Auf bertindak cari bangkrut, tapi malah menjadi rezeki besar. Itu disebabkan rasa kaya di dalam hati Abdurrahman bin Auf yang memanggilnya.

Sebaliknya, sekalipun bertindak cari untung, tapi dengan rasa miskin di dalam hati, tindakan cari untung bisa memanggil kebangkrutan. Misal, sudah merencana dengan cerdas akan buka bisnis A dengan tekad modal hutang bank. Bisnis A ini akan membuka keuntungan besar. Eeh dijalani bisnisnya yang lancar tanggungan hutangnya saja, bisnisnya malahan bubar gulung tikar.

Segala yang Anda temukan di kehidupan ini adalah wujud rasa hati Anda, maka ini lebah selalu temukan kuntum bunga, lalat selalu temukan kotoran. Apa yang Anda sadari dalam rasa hati, itu yang Anda temukan. Maka ini kaya harta itu tidak ada, yang ada hanyalah kaya hati.

قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُول اللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب

“Rasulullah S.A.W bersabda padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya?” “Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya adalah kayanya hati, sedangkan fakir adalah fakirnya hati.” (H.R. Ibnu Hibban)

Kembali ke kisah Abdurrahman bin Auf yang ketakutan hisab lama dan telat masuk surga ini sering menjadi halusinasi akhirat bagi orang-orang yang puas miskin. Sebab ini next artikel saya besok, akan saya tuliskan “Miskin yang Masuk Surga”. Insyâ-llâh.

Dan saya percaya, rasa nyaman Anda pada kemiskinan makin terkoyak-koyak kalau besok Anda baca artikel tersebut. Anda tak sanggup lagi memilihnya.[]

Jangan lemah hati pada uang

Uang itu sama seperti kodrat penciptaan komponen alam semesta yang lain, cukup bahkan melimpah untuk Anda. Anda tidak ada yang kekurangan sinar matahari dan oksigen, semuanya cukup dan melimpah disediakan. Uang juga hakikatnya sama seperti itu, cukup dan melimpah karena sama-sama tercipta sebagai pelayan kebutuhan Anda.

Anda lihat pawang ular, betapa mereka bisa bermain asik dengan ular buas sama seperti asiknya Anda bermain dengan anak TK? Di samping punya ilmunya, pawang ular itu punya mental kokoh berhadapan dengan ular. Artinya mereka tidak lemah hati pada ular. Beda dengan Anda dan saya, baru lihat ular saja dengan reflek menjerit keri.

Anda dan saya lemah hati pada ular, bagaimana bisa menjinakkan ular?

Nah uang itu cukup dan melimpah, makanya Tuhan dengan besar hati berstatement, “Semua makhluk melata di bumi, Allah jamin rezekinya,” karena memang Tuhan merasa Dia tidak pernah menciptakan rezeki dengan porsi minimalis, porsinya selalu cukup dan melimpah-limpah untuk Anda.

Berarti masalah kekurangan duit itu dari sisi mana? Ya seperti Anda menghadapi ular, bukan ularnya yang tidak bisa dijinakkan, tapi Anda yang tidak punya mental yang cukup.

Api, benda tajam, hewan buas, benda keras, banyak orang-orang yang bisa menaklukannya. Di training-training saja banyak trainer menggunakan media api untuk pelatihan atasi mental block pada panasnya api dengan menyuruh peserta berjalan di atas bara api.

Mental Anda kalah duluan pada uang, Anda lemah hati. Itu masalahnya.

Lemah hati—apalagi lemah hati pada uang, di mana alam ini bukan hanya alam spiritual semata, namun diakui atau tidak segalanya UUD (ujung-ujungnya duit)—merupakan ingkar nikmat level jumbo.

Sebab nikmat tertinggi adalah nikmat penciptaan Anda sebagai manusia, hingga Tuhan menyebut Anda “al-a’laun” (makhluk paling tinggi derajatnya).

Matahari saja yang makhluk super panas dan super besar ditundukkan Tuhan melayani Anda demi menghargai diri Anda, tapi malahan Anda ingkar dengan nikmat penciptaan Anda tersebut. Anda makhluk terhebat, eeh baru menghadapi uang, mentalnya sudah lemah hati. Cengeng!

Anda senang melihat anak cengeng? Geram, dan inginnya tendang saja. Sama seperti Tuhan, melihat Anda lemah hati pada uang, Dia makin ingin menendang Anda.

Karena ini, pesan Tuhan jelas sekali;

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu lemah hati, dan jangan (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Âli Imrân: 139).

Daerah-daerah perbatasan Indonesia, seperti Kota Tarakan, Batam, Natuna, di sana biaya hidup mahal. Mahalnya biaya hidup di sana apa jadikan perekonomian Kota Tarakan paling terpuruk di Indonesia? Tidak. Normal-normal saja, kan? Malahan daerah-daerah tersebut boleh disebut daerah dengan ekonomi baik.

Di negara-negara maju justru biaya hidup lebih tinggi karena serba mahal. Apa jadikan negara-negara tersebut makin miskin? Tidak.

Maka kalau Anda berpikir dapat “murah” itu meningkatkan rezeki, di situ Anda gobloknya kebangeten.

Murah itu trik penjual bagaimana menarik pembeli. Harga 400 ribu, di bandrol ditulis Rp. 399.000,00 ini trik penjualan agar laris manis.

Jadi murah itu bukan trik bagaimana Anda meningkatkan rezeki, itu sebagian dari ilmu manajemen pemasaran, sama seperti trik early bird, discount, bonus, dan lain-lain.

Tahun 1996 waktu awal krisis moneter semua orang menjerit karena harga-harga naik berkali-kali lipat. Sekarang Anda rasakan biasa saja, bukan? Padahal sejak krisis moneter harga-harga tidak pernah turun lagi.

Harga murah juga tidak pernah menyelesaikan masalah keuangan. Toko di kampung-kampung, yang jual murah sama saja nasibnya dengan yang jual standar, sama-sama dihutangi pembeli. Starbuck yang kopinya mahal sama saja larisnya dengan warung angkringan yang kopinya murah. Sekolah-sekolah yang memurahkan biaya pendidikan, sama saja dengan sekolah yang pakai biaya standar, sama-sama banyak yang ijazah para siswanya tidak ambil karena mereka mengemplang biaya pendidikan.

Maka susahnya finansial bukan masalah apa-apa mahal, tapi karena mental Anda yang murahan, maunya cari harga murah. Mental Anda yang lemah hati pada uang.

Jadi beban berat pada finansial itu masalah mental Anda pada uang. Masalah hutang tidak bisa bayar, masalah susah rezeki, masalah tidak bisa biayai anak sekolah, itu semua masalah mental lemah hati. Penyebab awalnya persis seperti Anda lihat ular, histeri ketakutan duluan.

Lalu bagaimana sih atasi lemah hati pada uang?

Uang itu realita material, keluar dari mental lemah hatinya tidak cukup dengan afirmasi dan sugesti, tapi harus berlatih di dunia nyata.

Umpama Anda lemah hati pada harga di nominal angka tertentu, biasakan sekalian membeli. Biasakan dan terus biasakan.

Kalau sudah biasa kejadiannya persis seperti Anda hadapi kenaikan harga saat krisis moneter di saat ini, tidak kerasa apa-apa. Dan uangnya, saat ini, untuk beli harga sesuai harga krisis moneter tahun 1996 juga ada dan tetap ada, kan?

Setelah terbiasa, pasti finansial Anda stabil, dan saat sudah stabil, jangan pernah menurunkan lagi, karena bisa merusak pola kemampuan finansial Anda.

Maka ini beruntunglah Anda yang terbiasa beli barang mahal, mewah dan melimpah, karena itu membentuk pola kebiasaan. Sudah jadi pola ya akhirnya cukup dan ada. Dan merugilah Amda yang terbiasa irit dan cari murah, karena itu juga membentuk pola kebiasaan.

Dan apa yang Anda biasakan itulah kebutuhan Anda. Kalau sudah kebutuhan, rezeki ada tanpa diada-adakan.

Mental lemah hati pada kredit hutang, pada belanja, pada biaya pendidikan, itu semuanya sama.

Umpama bayar kredit hutang. Anda nekat dulu, tidak makan tidak apa asal bisa bayar hutang. Nanti sebulan dua bulan sudah stabil lagi, uang untuk makan dan uang untuk bayar hutang jadinya ada. Dan saat itu, dirasa di hati juga jadi biasa-biasa saja.[]

jejaksinoer.com

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai